Capaian Signifikan Pascabencana: Jumlah Pengungsi di Aceh Menyusut Hingga 95,9 Persen

Jakarta, InfoPublik – Kemajuan signifikan dilaporkan oleh Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pasca Bencana di Wilayah Sumatera (Satgas PRR) dalam penanganan dampak bencana.

Juru Bicara Satgas PRR, Amran Jamaluddin mengatakan hingga Selasa (3/2/2026), jumlah pengungsi di Provinsi Aceh telah mengalami penurunan yang sangat drastis, mencapai 95,9 persen atau setara dengan 85.717 orang. “Sementara itu, untuk jumlah pengungsi di Sumatra Utara juga turun hingga 79,2 persen atau 11.085 orang. Sedangkan di Sumatra Barat penurunannya mencapai 44,1 persen atau 9.040 orang,” kata Amran dalam konferensi pers di kantor Kementerian Dalam Negeri, Jakarta, Rabu (4/2/2026).

Capaian itu menjadi indikator positif dari proses pemulihan dan pengembalian masyarakat ke kehidupan normal. Di sisi pemulihan lingkungan, progres pembersihan lumpur juga terus berjalan.

Di Aceh, sebanyak 129 lokasi telah berhasil dibersihkan, sementara 106 lokasi lainnya masih dalam proses. Untuk Sumatra Utara, terdapat 3 lokasi yang telah bersih, dan di Sumatra Barat, 29 lokasi telah selesai dibersihkan.

Pemulihan infrastruktur pendukung dan layanan publik juga menjadi perhatian. Fasilitas kesehatan yang terdampak bencana tercatat sebanyak 146 unit di Aceh, 119 unit di Sumatra Utara, dan 149 unit di Sumatra Barat.

Sementara itu, pembangunan hunian sementara (huntara) sebagai tempat tinggal transisi bagi korban telah mencapai 4.001 unit di Aceh, 562 unit di Sumatra Utara, dan 476 unit di Sumatra Barat.

Upaya komprehensif ini sejalan dengan pernyataan Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian selaku pimpinan Satgas PRR. Sebelumnya, Mendagri  Tito Karnavian sebagai Ketua Satuan Tugas (Kasatgas) Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pasca Bencana Wilayah Sumatera menegaskan, fokus Satgas adalah menangani berbagai kebutuhan darurat di wilayah terdampak, mencakup pemulihan infrastruktur, sektor pendidikan, pemerintahan, jalan, perumahan, fasilitas kesehatan, hingga pelayanan publik. “Seluruh aspek mendasar kehidupan masyarakat pascabencana menjadi perhatian Satgas,” ujar Tito, Selasa (6/1/2026).

Satgas tersebut dibentuk secara khusus oleh Presiden Prabowo Subianto untuk menangani rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana di tiga provinsi, yaitu Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat, yang mencakup wilayah di 52 kabupaten dan kota.

 

Sumber : Infopublik.id

Facebook Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *